KETAHANAN NASIONAL
Pendidikan Kewarganegaraan
DISUSUN OLEH : LISNA RISNAWATY SIREGAR
KELAS : 2EA21
NPM : 14210050
PROGRAM STUDI FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI 2012
I.Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah swt. Atas petunjuknya saya dapat menyusun makalah ini untuk kepentingan saya sebagai tugas softskill dan kepentingan pembaca sekalian sebagai acuan dan pedoman pemikiran sebagai warga negara yang berdaulat.
Makalah ini berdasarkan buku-buku yang diambil dari beberapa penerbit yang menampilkan materi-materi Pendidikan Kewarganegaraan yang disajikan agar mudah dipahami dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Didalamnya menerangkan dasar dan guna serta fungsi dari Pendidikan Kewarganegaraan dalam ilmu pengetahuan.
Saya menyadari bahwa masih ada kekurangan dalam makalah ini baik isi, penampilan dan penyajian. Oleh karena itu, saya sangat berharap kritik dan saran membangun dari para pembaca serta dosen dan akan saya terima dengan baik hati guna penyempurnaan pada tugas makalah berikutnya
Kritik dan saran dapat disampaikan melalui email : llisna_siregar@yahoo.co.id
Salam penulis
Lisna Risnawaty Siregar
II.DAFTAR ISI
I. KATA PENGANTAR…………………………………………………………………1
II. DAFTAR ISI………………………………………………………………………….2
A. LATAR BELAKANG KETAHANAN NASIONAL……………….…............... 3-4
B. POKOK-POKOK PIKIRAN………………………………………………………4-5
C. PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA ……………………..6-7
D. SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA……………… ………………7-8
E. PENGARUH ASPEK KETAHANAN NASIONAL PADA KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA…………………………………………………8-17
F. KESIMPULAN……………………………………………………………………….17
III. REFERENSI…………………………………………………………………………18
BAB III
KETAHANAN NASIONAL
A. Latar Belakang
Kita semua menyadari setiap bangsa mempunyai cita-cita luhur dan indah yang ingin dicapai. Orang menyatakan bahwa cita-cita yang akan dicapai oleh suatu bangsa mempunyai fungsi sebagai penentu tujuan nasional. Lazimnya didalam usaha tersebut bangsa akan menghadapi tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang senantiasa perlu dihadapi atau ditanggulangi.
Setiap bangsa dan negara yang ingin berdiri kokoh juga kuat, tidak mudah terombang-ambing oleh kerasnya persoalan hidup berbangsa dan bernegara, sudah barang tentu perlu memiliki dasar negara dan ideology yang kokoh dan kuat pula. Tanpa itu maka negara akan rapuh. Mempelajari Pancasila membuat dan menjadikan kita sadar sebagai bangsa Indonesia yang memiliki jati diri dan harus diwujudkan dalam pergaulan hidup sehari-hari untuk menunjukkan identitas bangsa yang lebih bermartabat dan berbudaya tinggi .
Jika menengok sejarah perjuangan bangsa kita, ideology dimaknai sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai dan keyakinan. Maka arahan mengenai ideology tersebut adalah menanamkan semangat dalam perjuangan masyarakat dalam ketahanan nasional sekarang dan masa yang akan datang
Globalisasi yang ditandai dengan iklim dinamis suatu bangsa, lanjutnya, tidak terlepas dari peranan kekuatan sentrifugal yang di dalamnya berisi dari sikap keBhineka Tunggal Ika terhadap semua kehidupan yang menopang.
Maka untuk itu suatu bangsa harus mempunyai kemampuan, ketangguhan, kekuatan dan keuletan. Dan inilah yang lazim disebut Ketahanan Nasional. Semakin tinggi tingkat ketahanan nasional suatu bangsa, makin kuatlah posisi bangsa tersebut, baik ke luar maupun ke dalam.
Yang dimaksud dengan Ketahanan Nasional adalah perihal tahan (kuat) keteguhan hati; ketabahan dalam rangka kesabaran. Dalam pengertian nasional maka artinya adalah faham bahwa penduduk dari suatu wialyah tertentu yang telah mempunyai pemerintahan nasional dan berdaulat. Dari semua hal diatas dapat disimpulkan bahwa istilah Ketahanan nasional tersimpul pengertian : “perihal tahan (kuat)keteguhan hati, ketabahandari kesatuan dalam memperjuangkan kepentingan nasional suatu bangsa yang telah menegara”
B. Pokok-Pokok Pikiran
1. Metode Astragatra
Manusia sebagai salah satu jenis mahkluk tuhan pertama-tama berusaha mempertahankan eksistensinya dan kelangsungan hidupnya (survival). Maka dalam hal tersebut segala ia memenuhi kebutuhan hidupnya dari yang paling pokok sampai yang paling mutakhir, baik materi maupun jasmani. Dan juga hidup berkelompok (homo socius) dan memperkaya diri dengan alat peralatan penolong serta menghuni suatu wilayah tertentuyang dibinanya dengan kemampuan dan kekuasaan (zoon politicao)
Sebagai manusia budaya ia mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya di dalam usaha mempertahankan eksistensinya dan kelangsungan hidupnya. Kita mengenal hubungan tersebut sebagai berikut:
a. Manusia èTuhan ( Agama )
b. Manusia è cita-cita ( Ideologi )
c. Manusia è kekuatan/kekuasaan ( Politik )
d. Manusia è pemenuhan kebutuhan ( Ekonomi)
e. Manusia èpenguasaan/ pemanfaatan alam ( IPTEK)
f. Manusia è manusia ( Sosial )
g. Manusia è rasa Keindahan ( Seni/Budaya )
h. Manusia èrasa aman (HanKam)
Perangkat diatas merupakan bidang kehidupan manusia budaya atau kebudayaan manusia yang berlangsung diatas bumi dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dan dijangkau dengan menggunakan kemampuan. Kesimpulannya bahwa manusia bermasyarakat untuk mendapat keperluan hidupnya, yaitu kesejahteraan dan keselamatan serta keamanannya.
Ketahanan nasional merupakan suatu konsepsi di dalam kehidupan nasional, dan berikut aspek-aspeknya :
Aspek alamiah meliputi gatra ( Trigatra ) adalah :
- Posisi dan lokasi geografi negara
- Keadaan dan kekayaan alam
- Keadaan dan kemampuan penduduk
Aspek sosial kemasyarakatan meliputi gatra (Pancagatra) :
- Ideologi
- Politik
- Sosial
- Budaya
- Pertahanan dan Keamanan
Antara Trigatra dan Pancagatra serta antrgatra terdapat hubungan timbal balik yang erat yang dinamakan korelasi/ keterhubungan dan interdepensi/ ketergantungan.
2. Tujuan Nasional, Falsafah Bangsa dan Ideologi Negara
Tiap bangsa mempunyai cita-cita baik untuk dinyatakan secara tertulis maupun tidak. Isi dari cita-cita tersebut merupakan aspirasi langgeng yang rumusannya sangat luhur dan tinggi (transenden). Peranannya bagi suatu bangsa adalah sangat penting,menjiwai kehidupan bangsa, mempunyai fungsi yang abadi.
Untuk Indonesia, falsafah dan ideologi menjadi pokok pikiran ketahanan nasional diperoleh dari Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi sebagai berikut :
- bahwa ”sesungguhnya kemerdekaan itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”
- ”dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, berdaulat adil dan makmur”
- è maka disimpulkan, tercermin keteguhan dan kuatnya pendirian bangsa Indonesia menghadapi penjajahan dan perjuangan tersebut bukanlah tujuan akhir tetapi masih harus di isi dengan mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
o Perumusan tujuan nasional atas falsafah bangsa dan Ideologi dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu :
1. membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
2. untuk memajukan kesejahteraan umum
3. mencerdaskan kehidupan bangsa
4. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
Maka bangsa Indonesia menghendaki dengan kemerdekaannya itu untuk:
a. membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melindungi bangsa dan tanah air (pendekatan keamanan)
b. menyelenggarakan masyarakat yang adil dan makmur (pendekatan kesejahteraan)
c. ikut dalam ketertiban dan perdamaian dunia (pendekatan ketertiban dunia)
C. Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia
Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.
Pasal 30 ayat 1(satu), menerangkan bahwa warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Dan berkaitan dengan pasal 27 ayat 3 yaitu ”Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
.
D. Sifat Ketahanan Nasional Indonesia
Beberapa bentuk sifat ketahan Nasional Indonesia, yaitu :
1. Mandiri
Merupakan sifat yang utama dalam mempertahankan ketahanan nasional baik itu pada perekonomian, politik, sosial budaya.
2. Manunggal
Antara Trigatra (aspek ilmiah) dan Pancagatra (aspek sosial). Sifat integrative tidak dapat diartikan/ mencampuradukkan semua aspek sosial ( bukan unifikasi) tetapi integrasi dilaksanakan secara serasi dan selaras
3. Mawas ke dalam
Pertahanan Nasional (TanNas) terutama diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri, karena bertujuan mewujudkan hakekat dan sifat nasionalnya sendiri. Hal ini tidak berarti dianut sikap isolasi atau nasionalisme sempit. Sifat mawas ke dalam dan hubungan internasional yang dipelihara, memberikan kepada TanNas dampak dan efek ke luar.
4. Berkewibawaan
TanNas sebagai hasil pandangan yang bersifat ”manunggal” tersebut mewujudkan kewibawaan nasional yang harus diperhitungkan oleh pihak lain dan mempunyai daya pencegah (deterrent). Makin tinggi kewibawaan makin besar daya pencegah tersebut.
5. Berubah menurut waktu
TanNas suatu bangsa tidaklah tetap adanya. Ia dapat meningkat atau menurun dan bergantung kepada situasi dan kondisi bangsa itu sendiri. Ini sesuai dengan pengertian bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan bahwa perubahan itu sendiri berubah.
6. Tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan
Dapat dipandang sebagai suatu pilihan (alternatif)lain dari konsepsi yang mengutamakan penggunaan adu kekuasaan dan adu kekuatan (power politics) yang masih dianut oleh negara-negara maju umumnya. TanNas mementingkan konsultasi dan saling menghargai didalam pergaulan hidup manusia dan sebaliknya menjauhi permusuhan (antagonisme) dan konfrontasi.
7. Percaya pada diri sendiri (self confidence)
Ketahanan Nasional dikembangkan dan ditingkatkan berdasar tingkat mental percaya diri sendiri. Suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat harus percaya dan yakin dapat mengurus rumah tangganya sendiri dengan baik tidak bergantung pada negara lain. Andaikan membutuhkan bantuan itu disebut komplementer
8. Tidak bergantung pada pihak lain
Hampir semua negara berkembang merupakan bekas daerah jajahan yang pernah terpengaruh mental kolonial. Sikap tersebut harus dikikis habis dengan semangat patriotik dan nasionalistik dan tidak menjerumuskan diri pada fanatisme dan chauvinisme (nasionalisme yang sempit)
E. Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Pada Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Dengan memahami konsepsi ketahanan nasional, diharapkan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupaan berbangsa dan bernegaraselalu berorientasi kepada pola pikir, sifat, dan asas serta perwujudan atau pengaruh TanNas.
Inilah pengaruh aspek Ketahanan Nasional dalam Trigatra yaitu :
1. Aspek lokasi dam posisi geografis wilayah Indonesia
2. Aspek keadaan dan sumber kekayaan
3. Aspek kependudukan
Inilah pengaruh aspek Ketahanan Nasional dalam Pancagatra yaitu :
1. Pengaruh Aspek Ideologi
Ditujukan untuk mengatasi segala rintangan, hambatan, ancaman, tantangan serta gangguan baik yang dating dari luar maupun dari dalam yang langsung membahayakan kelangsungan hidup Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan Negara Indonesia.
Ketahanan Pada Aspek Ideologi
Keampuhan Pancasila sebagai ideology Negara bergantung kepada nilai yang dikandungnya yang dapat memnuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia, baik secara pribadi, mahkluk sosial.
Rangkaian nilai ketahanan pada aspek ideologi sebagai berikut :
a. Sila pertama dari Pancasila merupakan nilai tertinggi ialah nilai Ketuhana Yang Maha Esa berfungsi sebagai pemersatu antar umat beragama yang menciptakan mental, spiritual didalam ketahanan nasional
b. Sila kedua menjiwai dan meliputi nilai-nilai sila berikutnya yaitu adanya toleransi, manusia yang beradab, hormat menghormati dan tolong menolong
c. Sila ketiga merupakan faktor pengikat yang menjamin persatuan Indonesia untuk hidup bersama didalam kesukaan , penderitaan, dan penanggulangan. Persatuan nasional merupakan analisir negara yang ingin maju
d. Sila keempat yang merupakan nilai dari demokrasi Pancasila yaitu kekuasaan dan daulat ditangan rakyat atas dasar musyawarah untuk mufakat
e. Sila kelima merupakan nilai keadilan secara menyeluruh dan merata
Pembinaan Ketahanan Ideologi
Untuk memperkuat ketahanan ideologi diperlukan langkah pembinaan sebagai berikut :
a. Pendidikan Kewarganegaraan dimulai dari pendidikan dasar dan di amalkan sehari-hari
b. Pengamalan Pancasila
c. Meningkatkan disiplin nasional
d. Flashback pada sejarah yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia
e. Pengetahuan tentang pentingnya pertahanan negara yang harus segera di orientasikan kepada masyarakat
2. Pengaruh Aspek Politik
Masalah politik berada didalam konteks negara, karena kekuasaan didalam suatu negara berpusat pada pemerintah. Sebagi konsekuensi logik dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa karena pusat kekuasaan di dalam suatu negara berada pada pemerintah
Ketahanan Pada Aspek Politik
Tingkat ketahanan politik ditentukan oleh kemampuan sistem politik yang dianut untuk menanggulangi segala bentuk tantangan dan ancaman yang ditujukan kepada kehidupan politik bangsa Indonesia
Hubungan luar negeri antara Indonesia dengan negara-negara lain dilaksanakan dengan memegang prinsip politik yang bebas aktif. Dasar-dasar pokok politik luar negeri Indonesia adalah :
1) Politik luar negeri diabdikan untuk kepentingan nasional dan khususnya untuk kepentingan pembangunan
2) Memurnikan kembali pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif tetapi anti imperalisme dan kolonialisme dalam segala bentuk
3) Turut mengambil bagian dari usaha-usaha mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial , khususnya stabilitas di wilayah Asia tenggara tanpa mengurangi kemampuan kita untuk melaksanakan pembangunan nasional
3. Pengaruh Pada Aspek Ekonomi
Untuk pengaruh ini sangat sensitif. Dimana kemiskinan adalah salah satu ancaman nasional jika tidak segera ditangani dan di atasi secara nasionalis maka akan timbul kegoyahan pada ketahanan bangsa ini. Yang timbul adalah tindak kriminalitas, rendahnya kualitas hidup,pendidikan yang rendah juga dapat menimbulkan terorisme.
Hal ini sebuah PR untuk pemerintah khususnya Lembaga Pertahanan Nasional. Sebuah perencanaan pemerintah/ program pemerintah adalah Program Keluarga Harapan (PKH) Program Keluarga Harapan (PKH) yaitu untuk memberdayakan masyarakat di sektor pendidikan, kesehatan, plus pemberdayaan ekonomi. Program ini diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan.
Kemiskinan hendaknya ditanggulangi bersama-sama. Tidak hanya bisa diselesaikan melalui program pemerintah, tapi butuh peran seluruh komponen bangsa. Masalah kemiskinan dan kesejahteraan harus mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Perwujudan itu bisa dalam bentuk usaha-usaha swasta misal seorang wiraswasta bisa membuka lowongan kerja bagi segelintir orang. Dan bentuk yang lain adalah pembentukan koperasi yang berasaskan kekeluargaan yang dapat memakmurkan anggotanya dan penduduk sekitarnya.
Secara makro sistem perkonomian Indonesia dengan menggunakan terminologi nasional dapat disebut sebagai sistem perekonomian kerakyatan. Melihat pasal 33 UUD 1945 maka kemakmuran rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk mereka yang ada di pulau-pulau terpencil dan puncak-puncak gunung melalui pemanfaatan sumber-sumber kekayaan alam yang ada.
Ketahanan Pada Aspek Ekonomi
Ketahanan di bidang ekonomi merupakan mata rantai yang laing lemah dalam rangkaian mata rantai ketahanan yang seluruhnya merupakan Ketahanan Nasional IndonesiaMasyarakat sekarang ini harus berjiwa besar,mandiri dan mempunyai sikap yang dinamis. Ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pendukung ketahanan ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh masing-masing individu. Kemampuan dalam mewujudkan kondisi kehidupan ekonomi yang sehat dan dinamis harus disertai kemauan yang kuat dan mantap, juga pemanfaatan sumber daya alam. Namun persaingan pasti akan terjadi.
Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan :
1) Sistem free fight liberalism yang hanya menguntungkan pelaku ekonomi kuat dan tidak memungkinkan ekonomi kerakyatan berkembang.
2) Sistem etatisme dalam arti bahwa negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi diluar sektor negara.
3) Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masuarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.
4. Pengaruh Pada aspek Sosial Budaya
Istilah sosial budaya di dalam ilmu pengetahuan menunjuk kepada dua segi utama dari kehidupan bersama manusia, yaitu segi kemasyarakatan dan segi kebudayaan
Manusia harus beradaptasi dan bekerjasama dengan lingkungan yang disebut juga hidup bermasyarakat. Dimana harus tertib sosial berdasarkan pengaturan sosial budaya dan mekanisme pelaksanaannya yaitu organisasi sosial yang merupakan wadah pertumbuhan kebudayaan.
Organisasi sosial mempunyai aspek fungsi yang memperlihatkan manifestasinya didalam aktifitas anggota masyarakat dan aspek struktur yang terdiri dari struktur kelompok didalam pola umum kebudayaan dan seluruh kerangka lembaga sosial
a.Struktur Sosial di Indonesia
Semua masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok manusia dengan maksud memudahkan menjalankan tugas baik secara horisontal sesuai bidang pekerjaan dan keahlian maupun vertikal sesuai dengan tingkat pekerjaan dan keahlian.
b.Pengawasan sosial
Prosedur yang mengatur kegiatan dan tindakan anggota masyarakat serta sistem ilmu pengetahuan dan ilmu teknik empiris yang digunakan manusia untuk membina lingkungannya. Juga meliputi pengetahuan empiris yang mengatur sikap dan kelakuan manusia misalnya agama, magi, ideologi, etika, sistem hukum dan moralitas yang berfungsi mengatur masyarakat
d. Media sosial
Dalam masyarakat dibutuhkan relasi sosial. Disini diperlukan
landasan materiil untuk sebuah kegiatan dengan alat transpor dan landasan spiritual untuk mengadakan komunikasi dengan menggunakan bahasa. Dua hal ini yang merupakan mekanisme yang memungkinkan relasi sosial berlangsung.
e. Standar sosial
Semua masyarakat menggunakan standar sosial sebagai ukuran untuk memiliki dan menyeleksi sikap sebaik-baiknya dilakukan. Kualitas yang diberikan objek yang berguna di dalam memanfaatkan cara untuk mencapai tujuan.
f. Kebudayaan
Kebudayaan diciptakan oleh faktor organo biologis manusia lingkungan alam, psikologis dan lingkungan sejarahnya. Masyarakat budaya membentuk pola budaya sekitar satu atau beberapa fokus budaya. Fokus budaya dapat berupa nilai dan norma religius, ekonomis atau nilai sosial-kultural lain misalnya ideologi modern
Ketahanan Pada Aspek Sosial Budaya
Disadari sepenuhnya bahwa tidak semua kebudayaan yang akan datang dari luar adalah jelek. Tetapi kita harus waspada terhadap pengaruh dari luar yang dapat membahayakan atau merusak kepribadian bangsa Indonesia. Maka persoalan ini dipecahkan adalah : bagaimana caranya mengarahkan perubahan sosial itu mengingat bahwa pengaruh kebudayaan asing tidak dapat dicegah sehingga tidak merusak kehidupan masyarakat dan kepribadian Indonesia ?
Kesadaran akan perlunya harmoni ini melahirkan toleransi yang tinggi, sehingga bangsa
5. Pengaruh Pada Aspek Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan-keamanan adalah upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata sebagai inti dan merupakan salah satu fungsi utama pmerintah dalam menegakkan Ketahanan Nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara, serta keamanan perjuangannya, dilaksanakan dengan menyusun , mengerahkan dan menegakkan seluruh potensi dan kekuatan masyarakat dalam seluruh bidang kehidupan secara terintegrasi dan terkoordinasi.
Kondisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi segala tantangan, rintangan, ancaman, hambatan baik dari luar maupun dari dalam langsung atau tidak langsung membahayakan keamanan bangsa dan negara.
Berikut faktor yang mempengaruhi ketahanan di bidang Hankam:
a. Doktrin
Ini merupakan azas dan pedoman perwujudan sistem pertahanan keamanan dengan pembidangan sebagai masalah pertahanan terhadap invasi dari luar, masalah pemeliharaan keamanan negeri, masalah akibat perang dingin, subversi, infiltrasi, sabotase, spionase, masalah perwujudan dan pemeliharaan kestabilan serta keamanan wilayah, masalah partisipasi angkatan bersenjata diluar bidang Hankam
b. Wawasan nasional
Yang berintikan kekompakan, kesatuan persatuan serta integrasi antara pemerintah, angkatan bersenjata dengan rakyat
c. Sistem Hankam
Diperlukan sistem perpaduan yang serasi antara sistem senjata teknologi dan senjata sosial. Sistem keamanan harus dirumuskan dan disusun bersumber pada falsafah hidup bangsa, pengalaman perjuangan dan kondisi serta stuasi negara dan bangsa.
d. Geografi
Untuk dapat mempertahankan negara sesuai dengan sifat geografinya diperlukan kekuatan Hankam yang disegani, yang setidak-tidaknya merupakan faktor pencegah (detterent factor)
e. Manusia
Faktor ini paling menentukan dan selain berifisi sehat dan tangkas dituntut sikap mental dan pengorganisasian baik yang dimanifestasikan dengan moral yang tinggi yang diwujudkan karena keyakinan akan kebenaran motivasi perjuangan (ideologi/ politik), nasionalisme, patriotisme dan kepercayaan diri, yang diciptakan karena rasa solidaritas, jiwa kerjasama, kebanggaan kesatuan karena prestasi dan sejarah
f. Integrasi kerakyatan
Ini merupakan syarat mutlak (conditio sine qua non). Sifat hubungan angkatan bersenjata dengan rakyat ditentukan oleh falsafah negara sebagai landasan ideal nasional.
g. Material
Perindustrian pertahanan negara berkembang masih dalam taraf permulaan yang memerlukan peningkatan koordinasi dan sinkronasi antar angkatan, serta anatara industri pertahanan dengan industri sipil. Ketergantungan logistik kepada luar negeri belum memungkinkan standarisasi dan mempersulit pemeliharaan dan penggunaan alat peralatan yang ada. Umumnya tingkat teknologi negara berkembang masih sangat ketinggalan, sehingga perlu diambil langkah yang konkrit untuk mengejar ketinggalan tersebut.
h. Manajemen
Anggaran pertahanan yang sangat terbatas lebih-lebih memerlukan tingkat manajemen tinggi. Melalui rencana pembangunan Hankamnas yang realistis-pragmatis-manajemen tenaga manusia, material, keuangan harus senantiasa di tingkatkan.
i. Pengaruh luar negeri
Untuk menjawab tantangan tersebut tiap negara berkembang harus meningkatkan pertahanan nasional umumnya dan ketahanan hankam khususnya serta mengadakan kerjasama antar bangsa berkembang sehingga diciptakan Ketahanan regional yang cukup kokoh.
j. Kepemimpinan
Kepemimpinan nasional yang kuat berwibawa, seperti diuraikan terlebih dahulu untuk dapat menjamin kelangsungan kehidupan nasional yang merdeka dan berdaulat
Ketahanan Pada Aspek Pertahanan dan Keamanan
Fungsi pertahanan-keamanan Nasional, yang selanjutnya disingkat HanKamNas yang ditujukan kepada tercapainya keamanan bangsa dan negara keamanan perjuangan nasional maupun Internasional. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara
Ancaman militer terhadap negara ada beberapa yaitu :
1. invasi èpenyerangan suatu negara ke negara lain
2. pelanggaran wilayah
3. spionase (mata-mata)
4. pemberontakan
5. perang saudara
6. aksi teror
Ancaman non militer terhadap negara ada beberapa yaitu :
1. ancaman terhadap ideologi Pancasila
2. ancaman terhadap ekonomi
3. ancaman terhadap budaya
Secara terperinci hakekat Hankamnas adalah :
a. Segenap rakyat merupakan potensi yang harus dihadapkan untuk melawan musuh
b. ABRI merupakan inti dari usaha perlawanan tersebut
c. Negara dengan segenap isinya harus tidak boleh ditaklukkan oleh musuh, baik secara fisik maupun spritiual
F. Kesimpulan
Maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan konsepsi Ketahanan Nasional secara objektif dan sistematik. Bahwa suatu bangsa yang memiliki tingkat Hankamnas yang tinggi akan mampu mencapai apa yang di cita-citakan, karena dapat mengatasi serta menanggulangi segala tantangan, hambatan, ancaman, serta gangguan. Konsepsi ini diharapkan manfaatnya dan dapat dikembangkan menjadi suatu ketahanan yang nasionalis bagi seluruh rakyat Indonesia.
III. REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar